YORYA COOKIES

Yorya Cookies merupakan merk dagang kue kering yang telah berdiri sejak tahun 1992. Resep asli turun temurun masih digunakan hingga saat ini untuk menjaga keunikan rasa yang dimiliki. Bahan baku lokal maupun import berkualitas selalu digunakan untuk menjaga cita rasa khas kue kering yang bermutu tinggi. Dengan pengolahan secara higienis melalui perpaduan tangan handal dan peralatan modern membuat Yorya Cookies selalu diminati dari waktu ke waktu. Kepercayaan dan kepuasan pelanggan merupakan bagian terpenting dari perjalanan usaha kami.

 

——————————————————————————————–

 

KUE KERING / BISCUIT / COOKIES / KOEKJE

 

Kue keriing sudah lama kita kenal. Dalam setiap kesempatan kue kering bisa menjadi suguhan yang menarik, bisa disajikan kapan saja, dimana saja dan untuk siapa saja. Disetiap negara, kue kering mempunyai nama yang berbeda. Perancis sebagai tempat asal pertama kali kue kering dikenal, menyebutnya biscuit, bis=dua, cuit=memasak, artinya kue yang dimasak dua kali supaya kering, renyah dan tahan lama. Istilah yang sama juga digunakan di Inggris. Orang Amerika menyebutnya cookies, orang Belanda menyebutnya koekje artinya kue kecil. Apapun namanya dan bagaimanapun bentuknya, pada prinsipnya kue kering adalah kue yang berbentuk kecil untuk 1 atau 2 suapan, dipanggang dalam oven dan tahan lama. Umumnya kue kering renyah dan kering. Namun ada juga yang agak liat karena menggunakan madu sebagai pengganti gula. Ada juga yang tidak terlalu kering dengan tekstur mirip cake. Kue kering banyak jenisnya dari yang klasik dan bertahan sepanjang masa, seperti “kaastengels” sampai kue kering jenis baru dan modern. Cara membuatnya ada yang mudah dan sederhana, karena membentuknya cukup dengan sendok atau sekup es krim, seperti chocolate chip. Ada yang adonannya harus disimpan dulu dalam lemari es atau freezer sampai agak keras agar mudah dipotong.

 

Bagi sebagian orang, membuat kue kering memang mengasyikan dan memberikan kepuasan tersendiri. Dari satu adonan bisa dihasilkan aneka variasi kue kering. Yang penting kuasai teknik dasar, lalu kembangkan kreatifitas untuk mendapatkan berbagai bentuk dan cita rasa yang optimum

 

———————————————————————————————

 

MEMBUAT KUE KERING

 

BAHAN DASAR KUE KERING :

 

Untuk menghasilkan kue kering yang bermutu, diperlukan bahan-bahan yang berkualitas.

 

1. Tepung Terigu : berfungsi membentuk kerangka kue kering. Tepung terigu yang banyak digunakan adalah tepung terigu serba guna dengan kandungan protein sedang (10%). Tetapi untuk menghasilkan kue kering yang lebih ringan dan renyah, gunakan tepung terigu berprotein rendah (8%). Untuk membuat kue kering, sebaiknya jangan menggunakan tepung terigu berprotein tinggi (>10%) atau tepung terigu swamuai, yaitu tepung dengan garam dan bahan pengembang, kecuali untuk kue yang bertekstur liat.

 

2, Lemak : memberi rasa gurih dan mengempukan kue. Jenis yang digunakan bisa mentega/butter (lemak susu sapi) atau margarin (lemak nabati/tumbuhan). Ada dua jenis mentega, yaitu mentega tawar dan mentega asin, sedangkan margarin umumnya asin. Mentega dan margarin dapat digunakan secara bersamaan dalam adonan kue kering dengan komposisi 1:1 atau 1:2. Untuk rasa yang lebih gurih dan lembut, gunakan mentega karena margarin kurang bisa memberikan aroma dan rasa gurih sebaik mentega. Gunakan mentega putih karena kadar airnya rendah, sehingga kue kering akan lebih renyah.

 

3. Gula : berfungsi memberi rasa manis dan memberi warna atau menggosongkan kue. Gula yang sering dipakai adalah gula bubuk dan gula kastor (gula pasir berbutir halus). Gula pasir berbutir k asar, agak susah larut pada waktu dikocok, sehingga membuat pori-pori kue relatif besar. Selain itu ada juga kue kering yang menggunakan gula merah yang diberi molases beraroma karamel, gula palem berbutir halus. Meskipun keduanya berwarna coklat, tetapi tidak dapat saling menggantikan satu sama lain. Pemanis lain adalah Golden syrup,sirup gula yang kental seperti madu berwarna coklat. Golden syrup dapat diganti dengan madu dalam ukuran sama. Kue kering yang memakai golden syrup akan bertekstur liat.

 

4. Telur : berguna untuk memberi bentuk, rasa gurih dan menahan kelembaban kue. Terlalu banyak telur akan membuat kue menjadi rapuh. Telur yang digunakan bisa telur ayam kampung atau telur ayam negeri, Ada adonan yang memakai kuningnya saja, ada juga yang menggunakan putihnya saja atau ada juga yang menggunakan putih dan kuning telur.

 

5. Bahan Pengembang : sering ditambahkan dalam adonan kue kering agar kue menjadi lebih renyah dan garing. Bahan pengembang yang biasa dipakai adalah baking powder, soda kue dan cream of tartar untuk kue kering dan putih telur. Bahan pengembang digunakan dalam jumlah sedikit . Kalau terlalu banyak akan meninggalkan rasa getir dan pahit.

 

BAHAN TAMBAHAN

 

Keunikan kue kering terletak pada bahan tambahan. Bahan tambahan yang digunakan untuk campuran adonan kue kering bisa berupa buah-buah segar atau kering, kacang-kacangan, sereal seperti havermut, cornflake dan coklat.

 

1. Buah : bisa digunakan buah kering seperti kulit jeruk, apel, aprikot, manisan buah seperti cherry, kurma atau buah segar

 

2. Kacang-Kacangan : ada banyak jenis, antara lain kacang mede, kacang tanah, kenari, almond, hazelnut, walnut atau pistachio. Kacang-kacangan bisa digunakan untuk campuran adonan atau hiasan, cincang sesuai kebutuhan atau utuh.

 

3. Sereal : jenisnya bisa havermuth, whole wheat, cornflakes. Jika terlalu besar,remas-remas sedikit agar agak hancur. Campurkan dalam adonan pada urutan terakhir, agar tidak hancur.

 

4. Cokelat : bisa menggunakan cokelat bubuk, cokelat masak, seperti coklat masak pekat (dark cooking chocolate), coklat masak susu (white cooking chocolate) dan cokelat keping (chocolate chip). Cokelat bubuk bisa diayak dengan tepung terigu atau dilarutkan dengan sedikit air hangat. Cokelat masak sebaiknya dicincang kasar kemudian dilelehkan untuk campuran adonan atau hiasan.

 

5. Bumbu dan Rempah : jenis kue tertentu menggunakan bumbu dan rempah dalam adonan. Bumbu yang dipakai berbentuk bubuk atau segar dan diparut, seperti cengkeh, kayu manis, pala, jahe.

 

Peralatan

 

1. Timbangan dan Sendok Ukur : gunakan timbangan dan sendok ukur agar mendapatkan jumlah yang akurat sesuai resep. Jangan menggunakan sendok makan atau sendok teh biasa untuk mengukur bahan dalam jumlah sedikit.

 

2. Mixer : diperlukan untuk mengocok adonan, supaya mentega lembut, mengembang dan gula larut serta adonan tercampur dengan sempurna.

 

3. Loyang : sebaiknya gunakan loyang tanpa pinggiran atau loyang dengan tinggi 2 cm berwarna cerah dan 5 cm lebih kecil dari ukuran oven. Loyang berwarna cerah/putih sangat cocok untuk mengeringkan kue secara perlahan dan merata, sedangkan loyang berwarna gelap cepat menyerap panas. Sehingga kue mudah gosong, tetapi dalamnya belum kering betul. Untuk kue kering potong dapat digunakan loyang agak tinggi, sekitar 3 cm. Olesi loyang dengan margarin. Tetapi ada kue tertentu , loyangnya tidak perlu diolesi margarin, cukup diatas kertas roti.

 

Blog


Expand2Web Example Image

About


Expand2Web Example Image

Articles


Expand2Web Example Image